Jenis – Jenis Tanah Liat

jenis tanah liat

Pada awalnya hanya ada dua jenis tanah liat, yaitu tanah liat primer dan tanah liat sekunder, yang biasa digunakan untuk membuat peralatan dan perabotan keramik, untuk keperluan peralatan  rumah tangga, bangunan dan hiasan.

Tetapi seiring berjalannya waktu tanah liat tidak hanya digunakan untuk membuat peralatan – peralatan dan perabotan keramik saja, tetapi juga digunakan sebagai sarana bermain anak, pembuatan souvenir dan media untuk berkreatifitas.

Hal ini rupanya memicu para produsen untuk berlomba – lomba membuat produk tanah liatnya sendiri, dengan bereksperiment menggunakan ilmu kimia dan sekarang mereka berhasil menciptakan sebuah produk tanah liat yang lebih bagus dan lebih menarik dibanding tanah liat itu sendiri.

Akibatnya kini ada banyak sekali jenis dan merek tanah liat yang dapat kita jumpai dipasaran, seperti: Polymer Clay, Das Clay, Sculpey, Play Dough, Citra Clay dan masih banyak lagi.

Tetapi apa sih perbedaan clay dengan tanah liat?

Di Indonesia kata “clay” biasa digunakan untuk media yang lunak dan elastis sehingga menyerupai sifat tanah liat. Tetapi kata “clay” itu sendiri merupakan kata bahasa Inggris dari “tanah liat”, tetapi kini beberapa produsen clay, sudah tidak menggunakan kata clay untuk nama produk mereka, untuk memunculkan kesan tersendiri pada benak customernya.

Sehingga ketika customer tersebut mendengar kata “clay”, maka ingatan customer akan segera tertuju pada produknya.

Setidaknya saat ini ada 4 jenis clay, yang biasa dipergunakan untuk berkreasi, yaitu : Natural Clay/ Ceramic Clay,  Polymer Clay, Paper Clay & Plasticine Clay, yang masing masing dari mereka memiliki kekurangan dan kelebihannya.

 

  • Natural Clay.

18781983_7977e487-f487-465f-9195-6e8e2b1ef2b5

Natural Clay atau dalam bahasa Indonesia disebut juga “tanah liat alami”, merupakan tanah liat yang benar – benar alami yang sudah disediakan oleh alam. Sejak zaman dahulu hingga sekarang tanah liat jenis ini sudah dipergunakan untuk membuat berbagai macam peralatan keramik.

Citra Clay merupakan tanah liat jenis Natural Clay.

Kelebihan dari Tanah liat jenis ini sangat cocok dipergunakan untuk membentuk dan berkreasi, karena mudah untuk dibentuk, akan mengeras bila didiamkan selama beberapa hari, meninggalkan residunya yang khas (seperti lumpur) membuat kita untuk berani kotor dan bila dibakar akan memiliki bentuk permanent dan juga anti air.

Tetapi kekurangan dari Natural Clay, proses pembakarannya membutuhkan waktu yang lama mencapai 8 – 12 jam, sehingga harus menggunakan oven khusus dan bila tidak diolah dulu biasanya masih terdapat material – material asing yang berbahaya.

Untuk informasi lebih lengkap tentang bahaya material asing tersebut silahkan klik > disini. <

  • Plasticine Clay

hqdefault

Plasticine Clay, merupakan clay buatan yang dipergunakan untuk kegiatan modelling, clay ini pertama kali dibuat William Harburt dari Inggris pada tahun 1897, clay jenis ini juga dipakai di studio animasi untuk membuat film, seperti film Shaun The Sheep, salah satu merek terkenal dan mendunia dari jenis tanah liat ini adalah “Play Dough”.

Kelebihan dari Plasticine Clay, tidak mengeras sehingga dapat dipergunakan berkali – kali & memiliki warna yang cerah.

Kekurangan dari Plasticine Clay, tidak dapat mengeras sehingga kurang cocok digunakan sebagai souvenir dan ada beberapa produsen nakal yang nekat memberikan pewarna berbahaya agar memberikan tampilan yang menarik.

  • Polymer Clay

143919_dc932251-feed-4e2a-b921-de28e5d5059d

Polymer Clay, merupakan jenis clay buatan, sehingga hampir tidak ada unsur kealamiannya, Clay jenis ini sangat cocok digunakan untuk membuat kreasi seperti mini souvenir. Ada beberapa merk terkenal dari polymer clay yaitu, Evriz Clay, Sculpey & Fimo.

Kelebihan dari Polymer clay,  ada beberapa jenis dari Polymer Clay yang dapat dibakar dan menjadi permanent seperti Natural Clay. Dalam suhu 100°C – 150°C, dalam rentang waktu 10 – 30 menit, sehingga bisa dengan menggunakan microwave biasa.

Kekurangan dari Polymer Clay, terletak di harganya yang cukup mahal, terutama untuk Polymer Clay yang benar – benar bagus, teksturnya yang sedikit keras sehingga membutuhkan alat bantu dan sedikit sulit dipergunakan oleh pemula dan untuk mewarnai harus menggunakan cat khusus.

 

  • Paper Clay

A047L_22

Paper Clay merupakan clay buatan yang biasa dipergunakan untuk kegiatan handy crafts (kerajinan tangan), sama seperti Polymer Clay, tanah liat jenis ini hampir tidak mengandung unsur kealamiannya, salah satu merek terkenal dari paper clay adalah “Das”.

Kelebihan utama dari Paper Clay, dapat diwarnai menggunakan jenis cat apapun, dapat benar – benar keras dalam waktu 2 – 5 hari, tanpa harus dibakar ataupun dimasukkan ke dalam oven.

Kekurangan dari Paper Clay meninggalkan residu seperti tepung, bila sudah menumpuk terlalu banyak harus mencuci tangan karena akan mengganggu dan tidak bisa benar – benar halus sehingga harus diamplas.

Ok, itu beberapa komentar admin seputar jenis – jenis tanah liat, jadi selamat berkarya sesuai kebutuhan dan jangan lupa pastikan clay yang dipergunakan itu aman, jadi selamat berkarya. 🙂

Sumber
https://en.wikipedia.org/wiki/Plasticine
https://en.wikipedia.org/wiki/Paper_clay
https://en.wikipedia.org/wiki/Polymer_clay
https://en.wikipedia.org/wiki/Modelling_clay
www.ebay.com
www.alibaba.com
http://www.malaysiaclayart.com/what-is-the-difference-between-polymer-clay-and-air-dry-clay/

 

×
Whatsapp