Mycobacterium Vaccae Bakteri Baik Pada Tanah Liat

Mycobacterium Vaccae

Mycobacterium Vaccae

Tahukah anda, ternyata ditanah ada bakteri baik bernama Mycobacterium Vaccae disebut juga sebagai “Bakteri Vaccae” yang dapat membuat kita menjadi lebih bahagia dan pintar. Sebaiknya anda tidak melarang dan mengajak anak anda untuk bermain dan beraktivitas di luar rumah, karena alam sudah menyiapkan terapi khusus untuk anda.

 

Sebuah penelitian mengatakan di tanah terdapat bakteri yang dapat membuat kita menjadi bahagia dan lebih pintar. Penelitian ini menjelaskan sebuah bakteri baik yang tinggal ditanah bernama “Mycobacterium vaccae” yang memicu pelepasan hormon serotonin.

Yang akan memperbaiki mood dan mengurangi kegelisahan anda.

Di atas semua itu, bakteri kecil ini juga diketahui dapat memperbaiki fungsi kognitif dan bahkan bisa digunakan untuk mengobati kanker dan penyakit-penyakit lainnya.

Baca juga artikel kami tentang apa itu fungsi kognitif.

Penelitian ini berawal dari Mary O’Brien seorang oncologist (ahli kanker dan tumor) dari Rumah Sakit Royal Marsden di London, ketika ia mencoba inokulasi (proses memindahkan bakteri baik) bernama M.Vaccae pada kanker paru-paru pasien, untuk melihat apakah penyakitnya akan membaik.
Dan hasilnya pasien yang diberikan M.Vaccae memperlihatkan peningkatan positif dalam kesehatan emosional, kekuatan, dan fungsi kognitif.

Bermain Tanah Liat Merupakan Salah Satu Cara Berinteraksi Dengan Bakteri Mycobacterium Vaccae

Dr. Chris Lowry, dari Universital Bristol, tertarik dengan hasil penilitian Mary O’Brien dan memutuskan untuk mendalaminya. Ia berpendapat bahwa sistem imun merespons bakteri M.Vaccae karena otak memproduksi serotonin, hormone serotonin dapat membuat perasaan nyaman dan senang, kekurangan hormon serotonin juga dapat menyebabkan depresi.

mouse-vaccine
Dr.Chris Lowry lalu bereksperiment dengan menyuntikkan bakteri M.Vaccae ke dalam tikus lalu mengamati perubahan psikologi dan perilakunya.

Hasilnya kadar sitokin meningkat

Sitokin inilah yang memicu otak untuk memproduksi dan merangsang hormone serotonin. Untuk mengetest tingkat stress tikus, Dr.Lowry menaruh tikusnya di miniatur kolam renang, biasanya tikus menjadi lebih stres ketika berenang dan ternyata tikus yang diberikan bakteri M.vaccae tidak memperlihatkan kenaikan tingkat stres sehabis berenang.

Dorothy Matthews dan Susan Jeks, dari perguruan tinggi Sage, New York juga menguji penemuan ini, menggunakan tikus lagi, tetapi kali ini dengan memberikan mereka makanan bukan dengan menyuntiknya. Mereka memberi makan tikusnya dengan sandwich selai kacang mini yang juga diberikan M.Vaccae.

Rat On MazeMereka lalu menaruh tikus-tikusnya di dalam labirin, dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan M.Vaccae. tikus M.Vaccae berhasil melalui labirin dua kali lebih cepat dan memperlihatkan setengah perilaku kegelisahan. Hormone Seratonin diduga ikut berperan dalam melewati labirin, dan mungkin itu telah membantu tikus untuk tidak hanya mengurangi kegelisahan tetapi juga mempermudah tikus untuk berkonsentrasi.

Kali ini mereka mencoba tidak memberikan makan tikus dengan M.Vaccae lagi, ternyata efek super ini terus menurun selama tiga minggu. Dan setilah itu tidak ada lagi perbedaan yang signifikan dengan tikus biasa. Lalu mereka memplukasikan penelitian mereka saat 110th General Meeting of the American Society for Microbiology di San Diego dan di Annual Animal Behavior Society Meeting at William and Mary College.

Penemuan ini sangat penting karena menjelaskan bahwa bakteri ini berpotensi mempengaruhi kita dalam kegiatan – kegiatan kita di alam terbuka, tanpa harus melalui suntikan.

Tinggal bagaimana M.Vaccae mempengaruhi orang (seperti tikus) dan berapa banyak yang dibutuhkan untuk mempengaruhi kita? Kita belum tau sepenuhnya karena penelitian belum sepenuhnya selesai. Tetapi dari penelitian ini kita bisa menyimpulkan sangat bagus bagi kita untuk berada di alam terbuka, dan untuk anda para orang tua dan guru sebaiknya tidak ragu-ragu untuk membiarkan anak-anak bermain di halaman.

Sedikit detergen dan usaha keras (saat mencuci) cukup adil untuk ditukar dengan kesehatan, kegembiraan dan kepintaran bukan?

http://www.healinglandscapes.org/blog/2011/01/its-in-the-dirt-bacteria-in-soil-makes-us-happier-smarter/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *